Profile

Hi, Nick Pic

IST

Skor Kategori Keterangan
112 Di Atas Rata-Rata Subjek memiliki kapasitas intelektual di atas rata-rata dibandingkan dengan orang lain pada usia yang sama. Dengan tingkat kapasitas intelektual, subjek dapat tampil lebih baik pada rata-rata orang dalam mempelajari situasi baru, menganalisis atau memecahkan masalah dalam situasi sehari-hari.
IST Section Total Result RW SW
GEb 16
SE 14 110
WA 16 121
AN 10 104
GE 10 99
RA 9 100
ZR 12 108
FA 12 108
WU 9 101
ME 9 100
SEWAANGERAZRFAWUME60708090100110120130
Total Result All Section 101
SW Gestamt 108
IQ 112
Section Keterangan
SE subjek memiliki bekal pengetahuan yang memadai saat memecahkan masalah tertentu
AN Subjek memiliki tingkat perkembangan operasi generalisasi dan tingkat perkembangan berpikir logis-verbal rata-rata
GE Subjek memiliki tingkat kemampuan berpikir abstrak rata-rata dalam hal pemahaman konsep ilmiah dan kekayaan kosa kata.
RA Subjek memiliki kemampuan rata-rata dalam analisis dan sintesis matematis, penalaran logis, dan generalisasi matematis. Subjek juga memiliki pemikiran praktis dan kemampuan untuk memecahkan masalah formal yang cukup/ dalam tingkat rata-rata.
ZR Subjek memiliki kemampuan rata-rata dalam hal pemikiran teoritis, induktif, kemampuan komputasi, proporsionalitas hubungan, tempo dan ritme tertentu.
FA Subjek memiliki kemampuan rata-rata untuk memecahkan masalah geometris, memiliki kekayaan representasi spasial, kemampuan praktis yang konstruktif, dan pemikiran yang efektif secara visual yang cukup/dalam tingkat rata-rata.
WU Subjek memiliki kemampuan tidak hanya untuk beroperasi dengan gambar spasial, tetapi juga untuk menggeneralisasi hubungan mereka. Mengembangkan pemikiran analitis dan sintetik, kemampuan teoritis dan praktis yang konstruktif
ME Subjek memiliki kemampuan rata-rata dalam menghafal dan mereproduksi kembali informasi yang bermakna, serta memiliki fokus yang cukup baik
WA Subjek memiliki kemampuan di atas rata-rata untuk membedakan ciri-ciri umum dan sifat-sifat objek atau konsep, kemampuan mereka untuk membandingkan, untuk berpindah dari bentuk perbandingan efektif visual ke perbandingan abstrak. kemampuan abstraksi, beroperasi dengan konsep verbal, aktivitas analitis dan sintetik, kemampuan membandingkan objek dan fenomena satu sama lain.

HPI

Skala Percentil
LIKEABILITY
100%
INTELLECTANCE
98%
ADJUSTMENT
94%
SOCIABILITY
44%
SCHOOL SUCCESS
95%
PRUDENCE
88%
AMBITION
74%
Okupasi Percentil
SALES POTENTIAL
64%
STRESS TOLERANCE
100%
CLERICAL POTENTIAL
88%
SERVICE ORIENTATION
92%
RELIABILITY
91%
MANAGERIAL POTENTIAL
79%

Pauli

Jumlah Kategori Jumlah Salah Ketelitian
1898 RENDAH 18 0.948367 %
kategori Ketelitian Simpangan Kategori Simpangan Pembetulan
SEDANG 7.47497 % SEDANG 16
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
69 85 95 101 106 87 103 107 110 100
11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
91 103 83 85 103 103 92 87 88 100
No Aspek Hasil interpretasi
1 Kesiapsiagaan KW 1 = 87.5
Rata-Rata Total = 94.9
KW 1 < rata-rata
Pada kuadran pertama (3 menit pertama sampai dengan 3 menit keempat), subjek mengerjakan di bawah rata-rata. Hal ini menunjukkan bahwa Subjek memiliki impuls awal dan kesiapsiagaan yang rendah dalam melaksanakan pekerjaannya.
2 Stabilitas Emosi Kategori Simpangan = SEDANG Dengan tingkat simpangan yang sedang menunjukkan bahwa Dalam menjalankan pekerjaannya, Subjek masih dapat mengendalikan situasi emosinya meskipun terkadang ia rentan terdistraksi oleh situasi emosi yang dirasakan.
3 Daya Tahan Kategori Jumlah = RENDAH Dengan capaian jumlah yang rendah, hal ini menunjukkan bahwa Subjek memiliki daya tahan yang rendah sehingga kemampuan Subjek dalam menghadapi beban kerja yang tinggi kurang memadai.
4 Kualitas dan Ketelitian Kerja Kategori Salah = SEDANG
Kategori Pembetulan = SEDANG
Dengan tingkat kesalahan yang rendah dan tingkat pembetulan yang rendah menunjukkan bahwa Subjek memiliki tingkat ketelitian dan konsentrasi cukup tinggi, sehingga akurasi pekerjaan memadai.
5 Pengerahan Energy Titik Tertinggi - Titik Terendah = 41(SEDANG) Selisih antara titik tertinggi dan titik terendah yang sedang menunjukkan bahwa Subjek memiliki tingkat kontrol terhadap pengerahan energi yang cukup. Subjek mengerahkan tingkat energi yang cenderung sama pada setiap (fase) pekerjaan. Hal ini dapat berpengaruh pada kualitas pekerjaan Subjek yang cukup stabil, namun tetap butuh peningkatan konsistensi.
6 Taraf Sikap Kerja KW1 < KW2 < KW3 > KW4 > KW5 Pada Awal pekerjaan, Subjek menunjukkan peningkatan kinerja, namun mengalami penurunan dan titik jenuh di tengah pekerjaaan pekerjaan.